Cara Mengkonversi Tanggal Hijriah ke Masehi dan Sebaliknya
Umat Muslim sering perlu mengkonversi tanggal antara kalender Hijriah dan Masehi — untuk mengetahui kapan Ramadan jatuh, mendokumentasikan surat resmi, atau mencari peristiwa sejarah Islam.
Kapan Perlu Konversi Tanggal?
- Mengetahui tanggal Masehi dari peristiwa Islam (kelahiran, kematian, akad nikah).
- Menghitung akhir masa iddah.
- Membuat dokumen resmi yang membutuhkan kedua kalender.
- Mengetahui kapan Ramadan atau haji jatuh di tahun mendatang.
Rumus Perkiraan
Hijriah ke Masehi: Kurangi 3% dari tahun Hijriah, lalu tambahkan 622.
Contoh: 1447 − 43 + 622 = 2026 (perkiraan)
Masehi ke Hijriah: Kurangi 622 dari tahun Masehi, lalu tambahkan 3%.
Contoh: (2026 − 622) × 1,031 = 1447 (perkiraan)
Konversi Akurat
Untuk tanggal yang tepat termasuk hari dan bulan, gunakan Alat Konversi Tanggal kami yang tersedia di situs ini.
Memahami Format Tanggal Hijriah
Tanggal Hijriah terdiri dari tiga komponen: Hari (1–29 atau 30), Bulan (salah satu dari 12 bulan Islam), Tahun diikuti "H" atau "AH". Contoh: 15 Ramadan 1447 H.
Catatan Penting
Hari Islam dimulai saat matahari terbenam, bukan tengah malam. Untuk peristiwa sejarah kuno, catatan mungkin sedikit berbeda dari perhitungan astronomi.