Kalender Hijriah
5 menit

Maulid Nabi 2026: Tanggal dan Makna Peringatannya

Maulid Nabi 2026 — juga dikenal sebagai Maulid Nabi Muhammad SAW atau Peringatan Hari Lahir Nabi — jatuh pada 12 Rabiul Awwal 1448H, bertepatan dengan Rabu, 26 Agustus 2026. Peringatan ini dirayakan oleh ratusan juta umat Muslim di seluruh dunia sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Tanggal resmi bisa berbeda satu hari tergantung pada hasil rukyat hilal di masing-masing negara. Di Indonesia, Maulid Nabi adalah hari libur nasional.

Kapan Maulid Nabi 2026?

Maulid Nabi 2026 diperkirakan jatuh pada Rabu, 26 Agustus 2026 (12 Rabiul Awwal 1448H). Bulan Rabiul Awwal 1448H dimulai sekitar tanggal 14 Agustus 2026, sehingga hari ke-12 jatuh di akhir Agustus.

Perhitungan ini berdasarkan metode hisab astronomis. Tanggal resmi di setiap negara ditetapkan oleh otoritas agama setempat setelah rukyat hilal.

Apa itu Maulid Nabi?

Maulid Nabi (Arab: المولد النبوي) berarti "kelahiran Nabi". Peringatan ini memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang lahir di Makkah pada 12 Rabiul Awwal Tahun Gajah, sekitar tahun 570 Masehi. Momen ini menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk mengingat kembali kehidupan, akhlak mulia, dan ajaran Nabi SAW.

Tradisi Maulid Nabi di Berbagai Negara

  • Indonesia: Hari libur nasional; diperingati dengan pengajian, pembacaan shalawat, dan kegiatan sosial di masjid dan sekolah.
  • Malaysia: Hari libur nasional (Hari Keputeraan Nabi Muhammad SAW); perarakan dan ceramah agama.
  • Afrika Utara (Maroko, Aljazair, Tunisia): Libur nasional dengan pembacaan kasidah dan barzanji, serta pembagian makanan tradisional.
  • Mesir: Perarakan malam hari, pembacaan Burdah, dan pembagian manisan tradisional.
  • Turki: Dikenal sebagai Mevlid Kandili; menara masjid diterangi dan masyarakat berkumpul di masjid.
  • Asia Selatan (Pakistan, Bangladesh): Libur nasional dengan pawai besar dan pembacaan nasyid pujian kepada Nabi SAW.

Pandangan Ulama tentang Peringatan Maulid

Mayoritas ulama di Asia Tenggara, Afrika Utara, Asia Selatan, dan Timur Tengah memandang peringatan Maulid sebagai bentuk kecintaan yang diperbolehkan kepada Nabi SAW, selama tidak mengandung kemungkaran. Sebagian ulama lain, terutama dari mazhab Hanbali dan Salafi, menganggap peringatan ini sebagai bid'ah dan menganjurkan untuk tidak melakukannya.

Semua Muslim sepakat atas kewajiban mencintai Nabi Muhammad SAW, mempelajari sirah (biografi) beliau, dan mengikuti sunnahnya sepanjang tahun.

Maulid Nabi dan Kalender Hijriah

Seperti semua hari raya Islam, Maulid Nabi mengikuti kalender Hijriah (lunar) yang terdiri dari sekitar 354 hari — sekitar 10–11 hari lebih pendek dari kalender Gregorian. Karena itu, tanggal Maulid Nabi bergeser sekitar 10 hari lebih awal setiap tahun dalam kalender masehi. Gunakan konverter tanggal Hijriah kami untuk menghitung tanggal dengan mudah.