Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW: Asal-Usul dan Tradisi
Maulid Nabi Muhammad SAW (Arab: المولد النبوي) adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awwal. Dirayakan oleh ratusan juta Muslim di seluruh dunia, peringatan ini merupakan salah satu momen paling bermakna dalam kalender Islam.
Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad bin Abdullah SAW lahir di Makkah, Jazirah Arab, pada hari Senin bulan Rabiul Awwal di Tahun Gajah — sekitar tahun 570 Masehi. "Tahun Gajah" merujuk pada peristiwa serangan Abrahah, gubernur Habasyah di Yaman, yang mencoba menghancurkan Ka'bah dengan pasukan gajah — peristiwa yang diabadikan dalam Surah Al-Fil (QS 105).
Beliau dilahirkan dari keluarga mulia Bani Hasyim dari suku Quraisy. Ayahnya, Abdullah, wafat sebelum beliau lahir. Beliau disusui oleh Halimah as-Sa'diyah dan diasuh oleh kakeknya Abdul Muthallib, lalu pamannya Abu Thalib setelah ibunya Aminah wafat ketika beliau berusia 6 tahun.
Sejarah Peringatan Maulid Nabi
Peringatan Maulid Nabi secara resmi pertama kali diketahui pada abad ke-4 Hijriah (abad ke-10 Masehi) di Mesir di bawah Dinasti Fatimiyah. Perayaan populer berkembang pesat pada abad ke-6 Hijriah, terutama melalui Raja Muzaffaruddin Gökböri (w. 630H/1232M) di Arbil, Irak, yang menyelenggarakan perayaan Maulid besar-besaran yang dihadiri ribuan orang dari seluruh dunia Islam.
Salah satu karya sastra terpenting yang dikaitkan dengan Maulid adalah Qasidah Burdah karya penyair Mesir Al-Busiri (abad ke-13 M), sebuah pujian panjang kepada Nabi SAW yang masih sering dibacakan hingga kini.
Tradisi Maulid di Berbagai Budaya Muslim
- Indonesia dan Malaysia: Hari libur nasional; pengajian, pembacaan maulid al-Barzanji atau Diba'i, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
- Afrika Utara: "Maouloud" atau "Mouloud" — hari libur resmi di Maroko, Aljazair, dan Tunisia; zawiyah (pesantren sufi) mengadakan malam zikir.
- Mesir dan Levant: Prosesi malam hari, pemberian manisan warna-warni, dan pembacaan Al-Quran dan Burdah.
- Turki: Mevlid Kandili adalah salah satu dari lima Kandil (malam suci). Menara masjid diterangi dan komunitas berkumpul untuk membaca puisi Mevlid karya Süleyman Çelebi (abad ke-15).
- Asia Selatan: Eid Milad un-Nabi adalah hari libur nasional di Pakistan dan Bangladesh, diperingati dengan pawai besar dan pembacaan naat.
- Afrika Barat: Gamou Tijaniyah di Tivaouane, Senegal, adalah salah satu perayaan keagamaan terbesar di Afrika.
Tanggal Lahir Nabi dalam Kalender Hijriah
Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 Rabiul Awwal menurut pendapat mayoritas ulama dan sejarawan Muslim. Beliau menerima wahyu pertama pada usia 40 tahun (610 M) dan berhijrah dari Makkah ke Madinah pada 622 M — peristiwa yang menandai awal kalender Hijriah. Beliau wafat pada 12 Rabiul Awwal 11H (8 Juni 632 M) di Madinah — kesamaan tanggal antara kelahiran dan wafatnya menjadi catatan menarik para ulama sepanjang masa.
Makna Spiritual
Terlepas dari perdebatan tentang hukum perayaan Maulid, seluruh umat Muslim mengakui kedudukan sentral Nabi Muhammad SAW dalam Islam. Al-Quran memerintahkan kecintaan kepada beliau: "Katakanlah: Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku" (QS 3:31). Bagi jutaan orang, Maulid Nabi adalah kesempatan tahunan untuk memperbarui kecintaan itu, mendalami sirah nabawiyah, dan mewariskan teladan beliau kepada generasi mendatang.