Kalender Hijriah
5 menit

Dzulhijjah: Bulan Haji dan Sepuluh Hari yang Mulia

Dzulhijjah adalah bulan keduabelas dan terakhir dalam kalender Hijriah, salah satu dari empat bulan haram, dan bulan yang menjadi tuan rumah ibadah terbesar dalam Islam: haji.

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah

Nabi ﷺ bersabda: "Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini." Para sahabat bertanya: "Bahkan berjihad di jalan Allah?" Beliau menjawab: "Bahkan jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya dan tidak kembali dengan sesuatu pun darinya."

Amalan yang dianjurkan: memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil; puasa di sembilan hari pertama khususnya hari Arafah; bersedekah.

Ibadah Haji

Haji adalah rukun Islam kelima, wajib sekali seumur hidup bagi setiap Muslim yang mampu. Dimulai 8 Dzulhijjah (Hari Tarwiyah) dan berakhir 13 Dzulhijjah. Rukun haji: ihram dari miqat, tawaf, sai, wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, melempar jumrah, menyembelih hewan, dan mencukur.

Hari Arafah

9 Dzulhijjah adalah hari puncak haji. Nabi ﷺ bersabda: "Haji itu adalah Arafah." Bagi yang tidak berhaji, Nabi ﷺ bersabda: "Puasa Hari Arafah — aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya."

Idul Adha

Pada 10 Dzulhijjah, umat Muslim di seluruh dunia merayakan Idul Adha. Dimulai dengan shalat Ied, dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban sebagai peringatan kisah Nabi Ibrahim yang diperintahkan menyembelih putranya. Perayaan berlangsung tiga hari (hari-hari Tasyrik: 11, 12, 13 Dzulhijjah).

Kurban (Udhiyah)

Sunnah muakkadah menurut mayoritas ulama. Boleh dilakukan dari setelah shalat Idul Adha hingga terbenamnya matahari hari Tasyrik terakhir. Kambing atau domba untuk satu orang; sapi atau unta untuk tujuh orang. Dagingnya dibagi tiga: untuk dimakan, hadiah, dan sedekah.